0
SIDOARJO - Sehari setelah surat edaran NU netral dalam Pilkada 2015 yang ditandatangani Pengurus Cabang, Ketua Tanfidz KH. Abdi Manaf dan Rois Syuriah NU KH Rofiq Siradj, MWC NU di 18 kecamatan, pengurus Ansor dan IPNU menolak dan menyesalkan sikap petinggi NU Sidoarjo.
Perwakilan 18 MWC NU yang mengatasnamkan bintang sembilan, menyesalkan surat edaran itu. Para ketua MWC NU yang menyesalkan sikap Ketua Tanfidz dan Rois Syuriah NU, diantaranya, H. Abd Rokim Ketua MWC NU Candi, H Suwarno Ketua MWC NU Tanggulangin, H. Khuzaimi MWC NU Jabon, H. Maskhun MWC NU Sedati, H. Subandi MWC NU Wonoayu, Ketua PC GP Ansor Slamet Budiono, Ketua PC IPNU Sidoarjo M. Syaikhul Maarif dan pengurus banom NU lainnya.      

"Kami sangat menyesalkan sikap PCNU yang mengajak netral dan tidak mendukung satu paslon yang segaris dengan NU," ucap H. Maskhun juru bicara perwakilan MWC NU se Sidoarjo Kamis (22/10/2015).  

Maskhun menceritakan, dari awal PCNU mencoba mempengaruhi dan menggiring jajaran MWC untuk mendukung Paslon no 1 (H. Sutjipto-H. Kholik). Namun pengaruh itu tak mempan dan 18 MWC tetap solid mendukung Paslon no 3 (H. Saiful llah-H. Nur Ahmad S). Karena tidak bisa menyeret 18 MWC mendukung Paslon no 1, akhirnya mengeluarkan surat edaran netral tersebut.

"Kami sejak awal mendukung calon dari PKB karena mengacuh pada hasil Muktamar NU di Lirboyo yang menyatakan seluruh jamiyah menyalurkan aspirasinya dengan mempertimbangkan parpol yang dibidangi oleh PBNU, yakni PKB," jelas Maskhun.

Maskhun tidak hanya menyesalkan surat edaran produk PCNU itu saja, melainkan juga sikap dan akhlak KH Abdi Manaf yang dinilai tidak sepantasnya dimiliki oleh seorang kyai. Kata Maskhun, saat berpidato di sebuah acara di Desa Jogosatru Sukodono, Kyai Manaf juga tiga kali mengolok-olok atau menjelek-jelekkan Paslon no 3 (Saiful llah-Nur Ahmad) dalam pidatonya. Isi pidato diantaranya warga NU dilarang mencoblos Paslon no 3.

"Bukan akhlaknya orang NU menjelek-jelekkan orang itu. Itu sama halnya menjelekkan dirinya sendiri. Itu sama halnya tidak berakhlak. Meski demikian saya masih menghormati Ketua PCNU karena Kyai Manaf seorang kyai," imbuh Maskhun. 

Ketua PC IPNU M. Syaikhul Maarif menyesalkan kenapa baru sekarang NU Sidoarjo bersikap soal Pilkada. Tidak dari dulu-dulu dikeluarkan. IPNU sudah menjalin hubungan dengan Paslon no 3 Saiful llah-Nur Ahmad. "Karena komunikasi sudah terbangun dengan Paslon no 3, yang kami mendukung pasangan Sidoarjo Bersinar itu," jelasnya.

Sementara PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono juga menyesalkan dan menghormati sikap petinggi NU Sidoarjo itu. Ansor juga menagih PCNU yang pernah berjanji menggelar Muskercabsus yang membahas soal Pilkada saat muncul nama-nama calon bupati dan wakil bupati. "Untuk sikap, Ansor akan mensukseskan Pilkada Sidoarjo 2015," terangnya. (pur)

Posting Komentar

 
Top