0
SURABAYA  - Usaha Abdulrahman Assegaff (61), Kamis(22/10/2015), dihentikan Satuan Bareskrim Mabes Polri Subdit I Tipiter bersama Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Pasalnya, warga Manukan Yoso ini telah melakukan usaha pengolahan satwa yang dilindungi.

AKBP Soegeng Kanit Idik I Dit. Tipiter Bareskrim Mabes Polri menjelaskan, pengolahan yang dilakukan Assegaff adalah sisik penyu kering, daging penyu kering, tanduk rusa dan ekor kuda laut kering yang semua satwa itu dilindungi oleh negara.

Selain mengamankan tersangka, Anggota Tipiter Bareskrim Mabes Polri yang dibantu oleh Polres Tanjung Perak, juga mengamankan barang bukti berupa  345 kilogram karapas atau sisik penyu kering, 70 kilogram daging penyu kering, 82 kilogram tanduk rusa, 80 ekor kuda laut kering.

"Semua barang tersebut kita temukan di pergudangan Jalan Gresik Gadukan, Kecamatan Krembangan, Surabaya," kata AKBP Soegeng Kanit Idik I Dit. Tipiter Bareskrim Mabes Polri.

Tersangka sendiri mengaku kalau ingin mendapatkan satwa yang dilindungi, seperti tanduk rusa, dirinya harus  menghubungi salah seorang pengelola di Flores dan NTT.

Termasuk untuk sisik penyu kering, yang dibelinya dari salah seorang di NTT, Ambon, dan Sorong. Lain untuk daging penyu kering dan kuda laut kering, tersangka mendapatkan barang di Surabaya.

"Dalam proses pengiriman semua satwa itu dari luar pulau dikirim melalui ekspedisi. Kalau di Surabaya, tersangka didatangi oleh penjualnya," ujar dia.

Dari kasus ini, kata Soegeng, Abdulrahman Assegaf dijerat Undang-undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sebab terbukti menyalahgunakan satwa dilindungi.(pur)

Posting Komentar

 
Top