0
PAMEKASAN - Musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan mulai melanda sejumlah titik di wilayah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam. Salah satunya di Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan.
Kekeringan tersebut mengakibatkan sejumlah sumur petani, khususnya yang ada di area persawahan mulai kering. Sehingga para petani kesulitan untuk menyiram tanaman tembakau mereka. "Kita coba untuk mengetahui kesulitan petani di desa binaan, dan kita membantu warga untuk mengalirkan air dari embung," kata Serda Witono, Babinsa Koramil Palengaan, Sabtu (8/8/2015).

"Kita juga membantu warga yang sedang mengalirkan air dari embung. Sebab air dari embung dialirkan dengan menggunakan pompa air untuk keperluan petani menyiram tembakau," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan kepada pimpinan mereka untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Agar masrakat bisa mendapatkan air bersih, selain untuk kebutuhan menyiram tembakau. "Untuk sementara kita minta warga agar lebih hemat dalam pemakaian air, dan jangan berlebihan. Hemat air," jelasnya.

Sementara salah satu petani asal desa setempat, Mustowir mengatakan, pihaknya harus mengalirkan air dari embung yang ada untuk disimpan di penampungan yang ada di area persawahan. "Air yang dialirkan ini kita tampung di kolam penampungan yang dibuat di tengah sawah. Selanjutnya dipergunakan untuk menyiram tanaman tembakau," kata Mustowir.

Namun demikian, embung yang ada di desa tersebut tidak hanya digunakan dirinya. Tetapi warga lain juga memanfaatkan keberadaan embung yang diperuntukkan untuk lahan seluar 7,5 hektar. "Kami atur secara bergantian untuk mengambil air, karena air yang ada juga sedikit," jelasnya.

Warga juga mengelukan sulitnya mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sehingga mereka berharap uluran tangan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut. "Jadi kita harap pemerintah bisa melihat kondisi riil di desa kami, bagaimanapun kita juga membutuhkan air bersih untuk kebutuhan memasak," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, dari 13 kecamatan di Pamekasan, hanya dua kecamatan yang dinyatakan bebas dari peristiwa kejadian. Sementara 11 kecamatan lainnya masuk kategori rawan kekeringan. (pur)

Posting Komentar

 
Top