pemburuonline.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Slider

Berita Metropolis

BERITA SIDOARJO

BERITA POLHUKAM

BERITA TNI/POLRI

Berita MADURA

Galery Ekonomi & Bisnis

Sekda Pamekasan Akui Tenaga Honorer K2 Belum Diangkat PNS

PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, mengakui banyaknya tenaga honorer kategori 2 (K2) yang hingga saat ini belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
"Mereka (guru honores K2) sudah cukup lama, sudah sekitar 10 tahun statusnya masih K2 dan mereka belum mendapatkan status pasti. Dalam hal ini pasti diangkat sebagai PNS," kata Alwi, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Selasa (14/7/2015).

Namun demikian, pihaknya meminta kepada para tenaga honorer untuk memahami situasi yang seharusnya berpatokan pada aturan dan perundang-undangan. "Yang perlu dipahami bahwa kewenangan mengangkat PNS itu ada di pusat, di kementerian PA dan RB. Walau demikian, nama-nama mereka itu sudah terdaftar," ungkapnya.

"Jadi seluruh K2 yang tidak lulus tes (CPNS), nama-namanya sudah tercatat di kementerian PAN dan). Sedangkan arah kebijakan pemerintah untuk memperhatikan K2 itu masih kita rasakan, artinya setiap kali ada rekrutmen CPNS pasti menjadi prioritas dan porsi," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memahami atensi dan kebijakan dari pemerintah pusat terkait rekrutmen CPNS, khususnya bagi K2. "Saya nilai itu wajar, tetapi kita tidak bisa melakukan di luar kewenangan," sambungnya.

Saat disinggung terkait desakan dari tenaga honorer K2, yang menginginkan surat keputusan (SK) dari pemerintah daerah. Pihaknya tetap komitmen untuk memperjuangkan nasib para tenaga pendidik itu. "Yang perlu dipahami mereka terkait legitimasi (keberadaan honorer K2) itu, sekalipun pengakuan dengan nama-nama mereka ada di data kementerian PAN-RB. Itu sudah cukup legitimit," tegasnya.

"Tapi kalau mereka minta itu (SK) akan kita buatkan, yang ditandatangani oleh unit kerja masing-masing, misalnya kepala dinas. Itu kan hanya memberikan keterangan bahwa nama ini benar-benar tenaga honor K2," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah guru honorer K2 Pamekasan, mendatangi kantor DPRD setempat dengan mempertanyakan nasib mereka yang tidak kunjung jelas. Bahkan saat audiensi itu, mereka ditemui langsung Sekda Alwi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, Ismail. (bj/pur)

Gubernur Minta Jatim Tak Terprovokasi Kerusuhan Tolikara

SURABAYA - Pemprov, Forpimda, para ulama dan masyarakat Jatim berkomitmen untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menolak radikalisme.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Soekarwo saat mengawali acara halal bihalal di halaman Kantor Gubernur Jatim, Kamis (23/7/2015).

Pada acara yang dihadiri sejumlah anggota Forpimda Jatim, bupati/walikota, masyarakat umum, dan PNS pemprov tersebut, Pakde Karwo mengatakan momentum halal bihalal harus bisa menjadi barometer kedamaian di daerah-daerah lain. Ini penting karena kondisi geografis dan geopolitiknya berada di tengah, dan sangat strategis. Sehingga jika terjadi gesekan atau gangguan sedikit saja di Jatim akan mempengaruhi stabilitas dan kebutuhan kurang lebih 120 juta penduduk Indonesia.

"Kami akan menjaga kondisi Jatim selalu kondusif, dan warganya tidak terprovokasi oleh kasus di Tolikara Papua. Selain itu para ulama dan umaro di Jatim bertemu, dan berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menolak radikalisme," tegasnya.

Budaya halal bihalal, kata Pakde Karwo, tak semata-mata mengandung nilai agama. Namun ada sisi kulturalnya, dimana silaturahim bisa mempertemukan saudara dari berbagai kultur. Akulturasi budaya dan agama ini bisa menjadi rahmatan lil alamin.

Selain itu, lanjut Pakde Karwo, budaya halal bihalal memberikan nilai positif dimana nilai khas jawa timuran, gotong royong dan saling menyapa terus dilestarikan. Saat masyarakat kembali kota, mereka kembali ke rutinitas harian dan menjadi tidak individualistis.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf menyampaikan, Kapolri telah memerintahkan untuk terus melakukan pengamatan kondisi di Jatim, dan hingga saat ini stabilitas Jatim masih aman dan kondusif. Ia berharap, sebagai barometer nasional warga Jatim tidak terprovokasi oleh kasus yang terjadi di Tolikara. Karena itu bukan murni sentimen agama banyak kepentingan lain yang menunggangi. "Kami juga terus berkoordinasi dengan semua Polres di Jatim, untuk senantiasa mengawasi keamanan dan kondisi wilayahnya," ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, KH. Abdusshomad Buchori mengatakan, MUI Jatim sudah berkomitmen agar umat Islam mempunyai wawasan kebangsaan dan wawasan keagamaan. "Karena itu, kasus di Tolikara hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa radikalisme banyak membawa kerusakan bagi umat manusia," pungkasnya. (bj/pur)

Insiden Tolikara Cermin Lemahnya Intelijen

JAKARTA – Informasi terkait potensi kericuhan di Distrik Kaburaga, Kabupaten Tolikara, Papua sedianya sudah dikantongi Badan Intelijen Negara (BIN). Namun, disesalkan ketika hal tersebut sudah diketahui tak ada inisiatif untuk meningkatkan pengamanan.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, Hasril Hamzah Tandjung, terjadinya insiden tersebut akibat lemahnya intelijen. Seharusnya, intelijen baik itu dari BIN, kepolisian maupun TNI bisa lebih tanggap dalam merespons persoalan semacam ini.

“Ini kelemahan intelijen kok enggak bisa monitor,” ujarnya kepada Wartawan, Kamis (23/7/2015).

Kendati demikian, politikus Partai Gerindra itu mendukung upaya penyelesaian insiden yang terjadi di Distrik Kaburaga oleh pemerintah. Mengingat peristiwa tersebut sangat melukai terutama bagi umat muslim.

“Kita tahu Papua itu mungkin bukan hanya masalah agama, tapi ada OPM, dan mungkin ini salah satu trik dia untuk mengadu, (adu domba),” pungkasnya.

Aa Gym Minta Jangan Rusak Gereja atau Rumah Ibadah Lain!

BANDUNG - Dai kondang Abdullah Gymnastiar meminta umat Islam tidak berlebihan dalam menyikapi insiden di Kabupaten Tolikara, Papua. Kebersamaan yang selama ini dipupuk antarumat beragama diharapkan tidak sampai rusak.

"Faktanya Indonesia itu sangat membutuhkan suasana aman dalam beragam perbedaan ini. Jadi kalau ada kejadian di sana, jangan sampai merusak kebersamaan yang ada ini," kata Aa Gym -sapaan akrabnya- saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/7/2015).

Ia bahkan mengatakan tidak suka dengan sikap umat Islam yang menyikapi insiden tersebut dengan berlebihan. "Itu perbuatan buruk, jangan dibalas dengan perbuatan sama. Aa tidak suka kalau umat Islam menjadi marah yang tidak proporsional," tegasnya.

Menurut dia, pasti banyak orang, terutama umat Islam, yang marah dengan insiden tersebut. "Tetapi, tindakan kita harus tetap menjadi solusi yang bermanfaat bagi bangsa kita ini," jelasnya.

Aa Gym pun meminta umat Islam menahan diri dan tidak melakukan hal negatif yang berdampak kerusakan. "Tahan diri, jangan merusak gereja atau tempat ibadah lain, juga jangan sampai menzalimi orang yang tidak punya kesalahan," imbaunya.

Daripada melakukan perusakan atau perbuatan negatif lain, Aa Gym lebih mendukung umat Islam untuk berbuat positif. "Ya kita menahan diri, kita bangun kembali masjid di sana. (Lakukan) hal-hal yang positif, yang produktif lah. Jangan sampai menjadi kerusakan yang lebih besar lagi. Rugi bangsa ini," tuturnya.
(ris)

Ajudan Fuad Amin Dituntut Empat Tahun Bui dan Denda Rp200 Juta

JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) membacakan dakwaan kepada ajudan Fuad Amin, Abdul Rouf, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Menurut JPU, Rouf terbukti turut serta melakukan tindak pidana korupsi bersama Fuad Amin yang menjabat Bupati Bangkalan periode 2004-2009 dan 2009-2014, serta Ketua DPRD Bangkalan periode 2014-2019.

"Bedasarkan 12 saksi, termasuk Fuad, keterangan saksi ahli, yurispridensi, dan barang bukti sebanyak 749 unit serta fakta-fakta persidangan lainnya, maka terdakwa terbukti secara meyakinkan melanggar Pasal 12 huruf b UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan pidana penjara selama empat tahun denda Rp200 juta subsider tiga bulan," ujar JPU di Pengadilan Tipikor, Kamis (23/7/2015).

Tututan tersebut didasarkan pula pada beberapa aspek yang meringankan dalam perspektif JPU kepada Rouf selama persidangan. "Terdakwa sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, kooperatif, dan masih punya tanggungan keluarga," lanjutnya.

Menyikapi putusan tersebut, Abdul Rouf menyatakan kecewa dan akan mengajukan pembelaan atas tuntutan JPU. Bahkan, dia merasa masih menjadi korban dari Fuad Main dalam kasus tersebut.

"Saya sebagai korban dari mereka (Fuad Amin dan tersangka lain), ini berat," terang rouf usai persidangan.
Dalam persidangan, JPU menyebut total uang suap yang diberikan PT MKS dan PD Sumber Daya melalui Abdul Rouf kepada Fuad Amin mencapai Rp1,9 miliar. Selain itu, JPU menilai Rouf sebagai orang lain yang turut serta melakukan tindak pidana korupsi atau penyertaan ekstensif.(ris)

Hari Tano dan Menhub Lepas Tim Mudik MNC Group

JAKARTA - CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) melepas Tim Mudik 2015 MNC Group, untuk memantau jalur mudik 2015, di kawasan Pantai Utara (Pantura). Dalam acara pelepasan Tim Mudik 2015 dihadiri oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dan Direktur Pemberitaan MNC Media, Arya Sinulingga.
Tim Mudik 2015 MNC Group ini, diterjunkan sebanyak 50 wartawan, yang dibantu dengan bantuan tiga mobil SGN dan lima TVU, tim tersebut akan memberitakan situasasi arus mudik sejak H-7 hingga arus balik H+7.

Menurut HT, kegiatan Tim Mudik 2015 MNC Group akan disiarkan di empat telivisi yang tergabung dalam grup MNC.

"Ini akan disiarkan di empat televisi nasional, yaitu RCTI, MNC TV, Global TV, dan INewsTV, dan dua channel yang ada di Indovision yaitu MNC News dan MNC Bisnis," ujar HT di depan Gedung MNC Finace, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2015).

Adapun untuk TVU, kata HT, akan berada di kota-kota besar seperti Medan, Surabaya, Makassar, Bandung, dan Jogjakarta.

Sementara itu, Direktur Pemberitaan MNC Media, Arya Sinulingga mengatakan, pihaknya akan memberikan sejumlah informasi di beberapa tempat yang sering dijadikan para pemudik beristirahat.
"Tak hanya itu, kita juga akan memberi informasi tempat peristirahatan, pom bensin, ATM, apotik, dan titik-titik lokasi daerah macet yang ada," tukas Arya

Dalam peta peliputan Mudik, tim akan dibagi tiga titik di kawasan Pantura yakni Cikampek, Indramayu, dan Palimanan, dan tiga titik di Jalur Selatan yaitu Cileunyi, Nagrek, dan Leles Garut, dan 1 titik di Banten, Merak.(sus)

Pusat Informasi Terminal Purabaya Bersaing dengan Para Calo

SIDOARJO - Terminal Purabaya Bungurasih Surabaya di Sidoarjo sejak lama memiliki fasilitas pusat Informasi. Sebuah ruang publik yang lokasinya menyatu dengan penumpang di dalam terminal.
Namun hingga saat ini, keberadaan fasilitas untuk mengetahui semua informasi menyangkut jurusan bus hingga informasi seputar Surabaya dan sekitarnya ada di ruang ini. Sayang, keberadaan ruang ini nyaris tak terjamah penumpang.

Orang yang datang ke terminal malah enggan mampir untuk sekadar bertanya tujuan bus sesuai jurusan mereka. "Setiap hari memang sepi. Ramai kalau musim mudik begini," kata Maudhuah, Rabu (8/7).
Namun saat ramai penumpang dan keinginan mereka untuk mengetahui jam berangkat dan jurusan bus, namun di saat yang sama para calo dan kru bus sudah menghadang penumpang. Mereka ditawari dan didekati para kru bus ini.

"Saya inginnya lebih dulu bertanya seputar jurusan biar tak kesasar. Namun banyak orang sudah menawari sambil mendekati kami ke jurusan yang dimaksud. Termasuk menawarkan barang," kata Kusnadi, penumpang yang hendak ke Ponorogo.

Kusnadi hampir menuju ruang Pusat Informasi untuk menanyakan bus jurusan Ponogoro naik Patas. Namun lebih dulu "dibantu" para kru yang mirip calo. Meski tak terlalu mempermasalahkan akan keberadaan kru bus ini, namun Kusnadi mengaku kurang nyaman.

Sebenarnya di pusat informasi penumpang di Terminal Bungur ini semua bisa ditanyakan. Termasuk jadwal, jurusan, bahkan hingga tarif bus juga disampaikan. Setidaknya bisa diarahkan sebagai panduan. Namun, pusat informasi ini harus bersaing dengan para calo yang bergerilya.(pur)

Sopir Rencar Gelapkan Dua Mobil Mewah Bersama Penyewa

SURABAYA - Penggelapan mobil rental kembali terungkap. Kali ini, komplotan penjahat yang menggelapkan dua mobil mewah jenis Toyota Nav-1 dan Toyota Fortuner berhasil diringkus petugas Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Dari tiga pelaku, dua orang sudah tertangkap. Yakni Syaiful Anam (45), warga Dusun Surodinawan, Kelurahan Sirodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto; dan Baskoro Sidi (51), asal Perum Pondok Indah Estate blok A, Pandan Wangi, Kecamatan Blimbing, Malang.

Sedangkan satu pelaku bernama Yoyon masih berstatus buron.
Komplotan ini bersekutu untuk menggelapkan mobil mewah dari CV Radja Abadi di Jalan Kutisari Besar, Surabaya.

Baskoro Sido dan Yoyon meminjam dua mobil mewah, kemudian meminta sopir dari Rent Car tersebut, Syaiful Anam.

Mereka meminjam mobil dengan dalih untuk menjemput tamu di Bandara Juanda.
Awalnya, Baskoro bersama Yoyon datang ke rental CV Radja Abadi. Sesampai di sana, mereka ditemui Syaiful.(pur)

Elpiji 3 Kg Berisi Air Beredar di Sampang

SAMPANG - Warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan kota Sampang Kabupaten Sampang, merasa dirugikan setelah membeli LPG ukuran 3 Kg. Kerugian karena berat LPG tersebut dipastikan tidak seberat 3 Kg. Bahkan, ada sebagian tabung yang berisi air.

Laila, salah satu Ibu rumah tangga warga Jalan Jamaluddin, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota mengatakan, dirinya  baru menyadari, jika gas LPG 3 Kg yang dibelinya tidak sesuai dengan ukuranya. Hal itu diketahui setelah ia melakukan pengecekan dengan menimbang tabung LPG tersebut.

"Awalnya saya tidak curiga. Namun, setelah saya timbang saya baru sadar ternyata beratnya tidak sampai 3 Kg," kata Laila, Senin (22/6/2015).

Sementara itu, agen LPG 3 KG Jaln Teuku Umar Kelurahan Gunung Sekar, Kota Sampang, Moh. Siri, mengakui LPG 3 Kg yang ia terima dari distributor ada sebagian yang berisi air serta ada yang tidak sesuai dengan kapasitas ukuran gas.

"Kami sempat tidak percaya ketika salah satu pembeli mengembalikan tabung LPG yang di dalamnya ada airnya, tapi setelah di cek, dengan cara dikocak dan dibolak-balikan, tabungnya keluar air," jelasnya

Moh Siri menambahkan, selain tabung LPG diketahui berisi air, ia juga sering menerima laporan dan keluhan dari konsumen ketika berat isi gas dalam tabung LPG tidak sampai 3 KG. Namun, ia tidak langsung percaya begitu saja, akan tetapi masih dilakukan tahapan-tahapan untuk membuktikan bahwa LPG itu berisi air dan kurang gasnya dengan cara ditimbang.

"Setalah ditimbang, memang benar ada sebagian yang tidak sampai 3 Kg, ada juga yang kosong," tandasnya.

Terpisah, Kasi Pengadaan Perdagangan Busar Wibiseno Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) juga mengakui sejak satu bulan yang lalu sering mendapat laporan dari warga terkait tabung LPG 3 Kg beratnya tidak sampai 3 Kg. Atas laporan itu, ia langsung turun lapangan dan mengambil 10 sampel tabung.

"Maka dari itu kami meminta kepada masyarakat untuk hati-hati, sebelum beli usahakan ditimbang dulu, kalau sekiranya tidak sesusai langsung ditukar," ucapnya

Ketika disinggung soal tabung LPG yang berisi air? Busar menjelaskan, ada dua kemungkinan, pertama karena ada unsur  kesengajaan, kedua air di dalam tabung itu hanya sebagai diteksi kebocoran tabung saja sebelum didistribusikan ke agen.

"Intinya, masyarakat harus lebih hati hati memilh LPG 3 Kg saat hendak membeli, kalau bisa bisa minta ditimbang dulu agar pilihanya tepat," pungkasnya. [sar/but]

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Daging Trenggiling Rp 3 Miliar

SIDOARJO - Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Type madya Pabean Juanda dan petugas  Bandara Internasional Juanda menggagalkan penyelundupan barang eksport jenis daging Trenggiling seberat 1.452 kg di gudang terminal cargo Internasional.

Modus penyelundupan daging hewan yang dilindungi itu pelaku Kadek asal Bali  mengelabui barang yang dikirim jenis daging ikan segar. Barang yang akan diselundupkan itu dikemas  dalam 43 box yang ditutupi dengan dua box fresh fish yang berisi 62 kg.

"Ada sebanyak 455 psc trenggiling yang total beratnya 1390 kg yang akan dikirim ke Singapura tersebut," ucap Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayan Bea dan Cukai Juanda Iwan Hermawan, Rabu (8/6/2015).

Nilai daging trenggiling ini, tambah Iwan diluar negeri terkenal mahal. Nilai perkilonnya mencapai senilai Rp 2,5 juta. "Nilai total daging Trenggiling bisa laku sampai Rp 3 miliar," sebutnya.

Dalam kasus ini, pelaku Kadek diduga melakukan dan mengurus pembuatan pemberitahuan dokumen kepabeanan (PEB) atas barang eksport tersebut.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 103 huruf a tentang UU Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan yang diubah dengan UU no 17 tahun 2006. "Pelaku terancam hukuman penjara minimal 2 tahun dan denda paling sedikit Rp 100 juta," tegasnya.  (pur)