Seluruh Wartawan “PEMBURU” Dalam Menjalankan Tugas, dibekali Tanda Pengenal,(Id Card), atau Surat Tugas yang masih berlaku dan Namanya Tercantum di Kanal Redaksi, Laporkan segera pada kami segala bentuk dan tindakan melanggar hukum yang mengatasnamakan Media "pemburuonline.com" di E-mail.pemburuonline@gmail.com/achmadims@gmail.com Wartawan "PEMBURU" Dilarang Keras menerima pemberian Bingkisan atau amplop dalam bentuk apapun dari narasumber..!

Slider

Berita Metropolis

BERITA TNI / POLRI

BERITA POLHUKAM

BERITA SUMATERA

Berita Nasional

Galery Ekonomi & Bisnis

Pengurus PPM Kota Surabaya Silaturahim dan Audiensi dengan Danrem 084/BJ

SURABAYA - Pengurus PPM Kota Surabaya mengadakan kunjungan  dan silaturahim ke Korem 084/Bhaskara Jaya. Kasrem 084/BJ Letkol Inf Agung Dwi Kuncoro mewakili Danrem 084/BJ menerima silaturahim dan audiensi 13 orang pengurus PPM Kota Surabaya di ruang Merah Makorem 084/BJ, Jumat (30/1).
 
Dalam dialog dengan pengurus PPM,  Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf M. Nur Rahmad yang diwakili Kasrem 084/BJ Letkol Inf Agung Dwi Kuncoro menyampaikan selamat datang di Makorem 084/BJ kepada pengurus PPM kota Surabaya. Untuk mempererat silaturahim, Kasrem 084/BJ memperkenalkan para perwira staf Korem 084/BJ kepada pengurus PPM.

Ketua PPM kota Surabaya  Fajar S, SH, yang merangkap sekretaris umum Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Jatim, yang juga menjadi Dosen Universitas 45, menyampaikan harapan dan permohonan adanya pembinaan mental spiritual dan kejuangan dari Korem 084/BJ. Ketua PPM juga berkeinginan bisa meminta bantuan pembinaan/pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), Peraturan Penghormatan Militer (PPM) dan Bela Diri Militer (BDM) untuk para anggota Resimen Yudha Putra.

Lebih jauh Ketua PPM juga menyampaikan bahwa informasi bahwa anggota PPM kota Surabaya banyak yang mempunyai profesi sebagai Advokat/pengacara dan guru. Para pengacara yang juga anggota PPM ini dapat dibina untuk lebih mengutamakan pengabdian profesinya dalam memberikan bantuan hukum kepada keluarga besar TNI (KBT). Sementara itu yang berprofesi sebagai guru maupun dosen di Perguruan Tinggi juga mengabdikan profesinya untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan 45 kepada anak didiknya dan keluarga besar PPM.

Hadir dalam acara silaturahim dan audiensi, Kasrem 084/BJ, Para Kasirem, Ketua dan pengurus PPM kota Surabaya serta para perwira Korem 084/BJ, acara berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Pen084/pur).

Hendro : Solusi Atasi Konflik KPK-Polri Lantik Budi Gunawan

JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono menyatakan prihatin atas perseteruan Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saya prihatin dengan perseteruan antar elit pemimpin politik bangsan kita, yang kemudian menajam kepada pertentangan antara para penegak hukum," kata Hendropriyono, Jumat (23/1/2015).

Kata Hendropriyono, untuk menyelesaikan perseteruan KPK vs Polri itu, maka yang harus diselesaikan adalah masalah politik. "Barulah kemudian masalah hukum," ujar Hendro.

Berlarutnya penyelesaian, tambah Hendro, membuat terjadinya pembunuhan karakter, dari masing-masing yang bertikai. "Masyarakat kita yang paternalistik ini menjadi bingung, sehingga dapat memicu terjadinya kegoncangan sosial," ungkapnya.

Dalam realitas yang goncang itu, hukum praktis akan kehilangan daya rekatnya. "Karena itu kebijakan yang paling arif adalah segera saja lantik Budi Gunawan sebagai Kapolri, karena itu merupakan penyelesaian politik," kata dia.

Hendro menambahkan, usai penyelesaian politik, barulah selesaikan persoalan hukum sebagaimana mestinya. "Karena hukum toh tidak mengenal diskriminasi. Selanjutnya mari kita bersatu kembali, menghadapi ancaman terhadap bangsa yang sudah di depan mata. Hanya dengan persatuan langkah politik dan hukum, ancaman tersebut bisa kita hadapi bersama," tutupnya.
(ugo)

Sempat Bantah Tangkap BW, Wakapolri Kecolongan?

JAKARTA - Kabar penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sudah beredar di kalangan grup komunikasi jurnalis sekira pukul 08.00 WIB pagi. Upaya mencari konfirmasi pun dilakukan ke berbagai pihak. Kabar simpang siur langsung menyeruak.

Salah satu media mendapat konfirmasi dari juru bicara KPK, Johan Budi, benar bahwa BW, -sapaan Bambang Widjojanto-, dibawa oleh penyidik Bareskrim, berdasar pengakuan ajudan BW.

Wartawan yang berada di Mabes Polri juga mendapatkan informasi dari salah satu petugas di sekitar Bareskrim Mabes Polri, bahwa beberapa saat sebelumnya BW yang mengenakan baju koko putih dan peci hitam dibawa ke dalam gedung Bareskrim.

Tapi KPK melalui twitternya merilis bantahan penangkapan dari Wakapolri Badrodin Haiti. Tidak ada penangkapan BW oleh Bareskrim Mabes Polri, yang kemudian diungkapkan Johan Budi saat diwawancara salah satu televisi nasional.

Sempat muncul pertanyaan, jika benar BW tidak ditangkap Bareskrim, lalu siapa yang membawa BW? Isu penculikan sempat menyeruak, tapi ditepis karena BW bukanlah orang biasa yang mudah dibodohi, apalagi pengalamannya di dunia hukum cukup lama.

Selang beberapa menit, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Ronny Sompie, muncul ke hadapan media. Dia menegaskan bahwa benar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dibawa ke Bareskrim Mabes Polri. Kemunculan Sompie, mengakhiri kesimpangsiuran ditangkap tidaknya BW.

Saat dikonfirmasi mengenai kesimpangsiuran tersebut, Sompie mengatakan bahwa dirinya mendapatkan perintah dari Wakapolri Komjen Badrodin Haiti untuk melayani wartawan perihal kesimpangsiuran penangkapan.

“Saya mendapatkan perintah untuk melayani teman-teman,” katanya.
Jika demikian mengapa Komjen Badrodin Haiti membantah saat dikonfirmasi KPK? Apakah Badrodin tidak tahu? Mungkinkah penyidik KPK membawa BW tanpa sepengetahuan Plt Kapolri tersebut?
(ris)

Tak Mungkin BW Ditangkap Tanpa Perintah Badrodin Haiti

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Muslim Ayub mengatakan, penangkapan terhadap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, oleh Bareskrim Polri takkan terlepas dari instruksi Wakapolri, Komjen Badrodin Haiti. Sehingga, mustahil kalau Komjen Pol Badrodin tidak mengetahui ada penangkapan terhadap Bambang.

"Enggak mungkin. Itu perintah dilaksanakan tanpa ada perintah atasan," katanya saat dihubungi Wartawan, Jumat (23/1/2015).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menuturkan, apalagi baru saja di media massa, Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie telah menyatakan, jika penangkapan yang dilakukan oleh penyidik Bareskrim adalah benar.

"Ini kan artinya Kadiv Humas atas suruhan dari Wakapolri sampaikan keterangan pers. jadi yang disampaikan wakapolri itu disampaikan melalui Kadiv Humas," tuturnya.

Muslim menambahkan, Polri juga telah meluruskan kalau Bambang bukan ditangkap tetapi dipanggil untuk melakukan pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus Pilkada Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Dimana, kasus ini terkait dengan perkara mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

Sebelumnya, Wakapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti menepis adanya penangkapan terhadap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.(rif)(ugo)

Bambang Widjojanto Ditangkap, Aktivis Antikorupsi Ramai-Ramai ke KPK

JAKARTA - Setelah mendengar kabar penangkapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, oleh Bareskrim Mabes Polri, sejumlah aktivis menyambangi Gedung KPK, Jumat (23/1/2015).

Mereka yang datang di antaranya Fadjroel Rahman, Koordinator Kontras Haris Azhar, Pakar Hukum Tata Negara Sadli Isra, hingga Deni Indrayana.

Fadjroel mengatakan, kedatangannya ingin bertemu dengan Deputi Pencegahan KPK Johan Budi SP, untuk memastikan kebenaran penangkapan Bambang Widjojanto. "Saya tidak tahu, makanya saya ke sini ingin memastikan kepada Johan Budi," ujarnya sebelum masuk ke lobi Gedung KPK.

Menurut Fadjroel, ia tidak berani berspekulasi tapi ingin langsung menanyakan informasi tersebut. "Lebih baik kita berdoa tidak berspekulasi, mudah-mudahhan pak Bambang Widjojanto bisa kembali bersama kita," terangnya.

Hal senada diungkapkan oleh Haris Azhar. Dia ingin mencari tahu apa permasalahan yang terjadi sebenarnya. "Intinya kita dukung agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK," jelasnya.
Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri secara resmi menjadikan Bambang Widjojanto sebagai tersangka dalam kasus pemberian keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kabupaten Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah pada 2010 silam.
(ris)

Brigjen Pol Syaiful Zachri Melakukan Kunjungan Kerja

LAHAT - Wakapolda Sumatera  Selatan  Brigjen Pol. Syaiful Zachri, mengdakan  kunjungan ke Mapolres Lahat, dalam rangka silaturahmi dengan para anggota polres  Lahat, yang berkaitan dengan jabatannya sebagai wakapolda,  untuk menjalin hubungan yang lebih baik  sesama anggota polri di lingkungan kerjanya.

Sebelum memasuki halaman Wakapolda disambut dengan tarian adat khas Sumatera, yang diikuti oleh Kapolres Lahat  AKBP.Wira Satya Triputra SIK.MH, dan Wakil Bupati Lahat Marwan Manyur SH.MM,serta Kejari Lahat Helmi SH,Dandim 0405 Lahat Letkol Inv.Tri Aksoro ,serta anggota Mapolres Lahat.

Adapun kunjungan Wakapolda tersebut hanya untuk menjalin silaturahmi dengan pejabat pemerintahan Kabupaten Lahat dan anggota kepolisian resort lahat untuk semakin erat dan solid.(akril)

Sertijab Dandim 0817/Gresik Dipinpin Langsung Danrem 084/Bhaskara Jaya

SURABAYA - Bertempat di Aula Bhaskara Makorem 084/Bhaskara Jaya, Danrem 084/BJ Kolonel Arh Nisan Setiadi, SE memimpin acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dandim 0817/Gresik dari Letkol Czi Awang Pramila kepada Letkol Arm Hendro Setyadi. Rabu (14/1).

Dalam kesempatan tersebut Danrem 084/BJ menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Letkol Czi Awang Pramila beserta keluarga atas segala dedikasinya dalam mengemban tugas dan pengabdian sebagai Dandim 0817/Gresik, serta upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan kualitas dan memajukan Kodim 0817/Gresik. Selain itu, Danrem menyampaikan ucapan selamat datang di Korem 084/BJ kepada Letkol Arm Hendro Setyadi beserta keluarga dan selamat atas diberikannya kepercayaan oleh pimpinan TNI AD dalam menjalankan tugas sebagai Dandim 0817/Gresik.

Danrem 084/BJ tidak lupa juga mengingatkan kepada seluruh perwira yang memangku jabatan di jajaran Korem 084/BJ, bahwa jabatan yang disandangnya saat ini  merupakan amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan, baik kepada pimpinan maupun kepada Tuhan yang Maha Esa. Khusus kepada Dandim baru.

Danrem berpesan bahwa jabatan yang diemban adalah merupakan amanah, amanah harus  harus dijalankan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggungjawab sesuai harapan yang diinginkan serta sejalan dengan petunjuk dan kebijaksanaan pimpinan. Sebagai pejabat baru Letkol Arm Hendro Setyadi diminta agar memelihara dan mengembangkan hasil karya yang telah dirintis oleh pejabat lama serta meningkatkan daya inovasi dan kreatifitas untuk mencapai keberhasilan tugas-tugas ke depan.

Kedua pejabat Letkol Czi Awang Pramila dan Letkol Arm Hendro Setyadi dalam kesempatan ini juga menyampaikan pesannya masing-masing, diantaranya mereka menyampaikan ucapan rasa syukur atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Kedua pejabat tersebut sepakat untuk selalu menerima bimbingan, arahan dan petunjuk pimpinan serta bertekad untuk senantiasa melaksanakan tugas dan tanggung jawab jabatan dengan semaksimal mungkin.

Hadir dalam acara Sertijab Dandim 0817/Gresik, Kasrem, para Kasi, para Dandim, Dan/Ka/Pa Satdisjan Korem 084/BJ, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 084/BJ beserta pengurus, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS jajaran Korem 084/BJ, acara berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Pen084/pur).

Dibakar Cemburu, Istri Menganiaya Suami Hingga Sekarat

LAHAT - Siswidi (49) warga Kota Lahat sekarat, diduga akibat dianiaya oleh istrinya sendiri.
Ia kini terbaring lemas di intalasi gawat darurat (IGD) RSUD Lahat, dengan kondisi bagian muka dan kepala membekak.

Diduga ia dipukul dengan benda tumpul hingga berkali-kali.
Dari informasi yang berhasil dihimpun pemburuonline.com, Siswidi tiba di IGD RSUD Lahat sekitar pukul 05.00.

Ia dibawa sejumlah tetangganya, termasuk beberapa anggota Polres Lahat dari keterangan mereka diketahui Siswidi tergeletak di rumahnya, dengan kondisi terluka parah diduga akibat dipukuli istrinya, sehingga segera dibawa ke RSUD Lahat untuk mendapat perawatan.

Korban mengalami pendarahan pada kepala karena mengeluarkan darah di hidung serta telinga.
Bagian kepala dan muka terlihat lebam seperti habis dipukuli berkali-kali dengan benda tumpul.
Kondisinya kritis dan masih terus mendapat penanganan dokter.

Pelaku penganiayaan Siswidi (49) ternyata memang istrinya sendiri yakni Sumsiah (45).
Ia memukul suaminya dengan menggunakan kayu balok karena terbakar api cemburu.
Sebab pendamping hidupnya tersebut diduga menjalin hubungan dengan wanita lain.

Kapolres Lahat AKBP Wira Setya Tri Putra melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Akbar menjelaskan, pelaku penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhatap Siswidi adalah Sumsiah istrinya sendiri.

Ia memukul kepala suaminya dengan balok kayu karena terbakar api cemburu.
Setelah membuat Siswidi terkapar tak sadarkan diri, Sumsiah lalu langsung pergi ke Mapolres Lahat untuk menyerahkan diri.

Ia menceritakan semua perbuatannya kepada polisi. Sehingga petugas bergegas menyambangi rumah mereka di Terkul Kota Lahat, untuk mengambil suaminya yang terkapar tak sadarkan diri.
"Pelaku istrinya sendiri yang menyerahkan diri ke Polres Lahat usai melakukan penganiayaan," ujar AKP Ahmad Akbar, (akril/pur)


Peran Aktif TNI Dalam Proses Evakuasi di Base Ops Lanudal Juanda

SURABAYA - Sudah 10 hari, pasukan gabungan anggota Korem 084/Bhaskara Jaya, Kodim 0816/Sidoarjo dan Batalyon Arhanudse-8 bekerja sama dengan TNI AL, TNI AU, Polri dan Badan SAR Nasional (Basarnas) tanpa mengenal lelah bekerja membantu penjemputan dan evakuasi di Base Ops Pangkalan Udara TNI-AL (Lanudal) Juanda.

Pasukan gabungan ini setiap hari selalu siap siaga mengamankan dan menyambut jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 yang tiba di Base Ops Pangkalan Udara TNI-AL (Lanudal) Juanda setelah diterbangkan dari Pangkalan Bun.

TNI telah mengerahkan pesawat-pesawat Hercules C130 dan CN295 serta Ambulans-Ambulans terbaiknya untuk secara bergantian membawa dan mengevakuasi jenazah dari Pangkalan Bun Kalimantan Tengah menuju Base Ops Pangkalan Udara TNI-AL (Lanudal) Juanda di Surabaya. 

Beberapa Regu pasukan gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas setiap hari setia menanti dan siap untuk menyambut sekaligus mengantar jenazah ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara guna menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Investigation (DVI).

Dalam penyambutan jenazah tersebut, regu-regu pasukan gabungan berjajar dan berbaris mengusung peti-peti jenazah tanpa memperdulikan kondisi lingkungan yang kadangkala panas terik maupun hujan deras di area setempat. Jajaran petinggi Korem 084/BJ, Puspenerbal dan Pangkalan Angkatan Udara terlihat turut menyambut di Base Ops Lanudal Juanda.

Sama seperti penyambutan-penyambutan sebelumnya, jenazah keluar dari badan pesawat langsung diusung  oleh masing-masing Tim/Regu gabungan melewati pasukan jajar kehormatan masuk Ambulans milik TNI, Polri dan Pemda. Dengan pengawalan yang ketat Rombongan Ambulans tersebut langsung menuju RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi oleh Tim DVI.

Setelah jenazah berhasil dalam proses identifikasi (proses pencocokan data antem mortem dan post mortem), kemudian Tim DVI akan mengumumkan secara resmi hasil identifikasi tersebut dan selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sudah 37 jenazah yang berhasil di evakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya. Tim Disaster Victim Investigation (DVI) yang  dipimpin oleh DVI Polda Jawa Timur langsung menyambut jenazah tersebut di Posko Antemortem di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Turut menyambut kedatangan jenazah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Pangdam V/Brw Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Kapolda Jatim Irjen Polisi Anas Yusuf, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Danrem 084/BJ Kolonel Arh Nisan Setiadi, SE serta pejabat TNI,  Polri  dan Pemda lainnya.

Berikut 13 orang nama-nama korban dengan identitas yang sudah dipastikan serta sebagian sudah diambil dan dimakamkan oleh keluarganya  :
- Hayati Lutfiah Hamid (29), warga Sedati, Sidoarjo.
- Grayson Herbert Linaksita (11), warga Lebak Indah Mas, Surabaya.
- Khairunisa Haidar Fauzi (22), warga Palembang.
- Kevin Alexander Soecipto (21) asal Malang.
- Hendra Gunawan Syawal (23), warga Gundi, Surabaya.
- The Meiji Thejakusuma (44), warga Kupang Indah, Surabaya.
- Wismoyo Ari Prambudi (24) asal Klaten, Jawa Tengah.
- Jie Stevie Gunawan (10) asal Surabaya, Jawa Timur.
- Juanita Limantara (30) asal Surabaya, Jawa Timur.
- Shiane Josal (45) asal Makassar, Sulawesi Selatan.
- Tony Linaksita (42) warga Surabaya.
- Lim Yan Koen (61) warga Surabaya.
- Yongki Jou (53) warga Surabaya. (Pen084/pur).

Panglima TNI Ajak Keluarga Korban Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat

SURABAYA - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengunjungi Posko Crisis Center Air Asia di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, Senin (5/1/2015) sekaligus meninjau kondisi keluarga korban Air Asia. Ia menyampaikan rasa bela sungkawanya kepada keluarga korban meminta agar pihak keluarga mempercayakan pencarian korban kepada TNI yang akan terus bekerja keras dalam mengevakuasi korban pesawat yang jatuh pada Minggu (28/12/2014) lalu itu.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyatakan siap memfasilitasi keluarga korban Air Asia QZ8501 untuk melakukan tabur bunga di wilayah jatuhnya pesawat. Jenderal Moeldoko mengatakan ia telah menawarkan untuk membawa keluarga korban Air Asia QZ8501 untuk tabur bunga di lokasi yang diyakini menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Pernyataan itu disampaikan Moeldoko dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Polisi Sutarman di Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Mapolda Jawa Timur, Senin (05/01).

"Saya sampaikan kepada keluarga korban, apabila mau, maka Panglima TNI menyiapkan akomodasi pesawat Hercules C130 dan pesawat CN295 dari Surabaya ke Pangkalan Bun. Dari Pangkalan Bun akan kita angkut dengan kapal perang, KRI, kita bawa ke lokasi yang menjadi titik perhatian pencarian untuk tabur bunga," kata Moeldoko.
Tawaran yang diberikan kepada keluarga korban secara cuma-cuma alias gratis itu, menurutnya, karena ia yakin hal itu bisa mengurangi rasa cemas, kesedihan atau rasa kehilangan. Semua tawaran itu dilakukan Panglima TNI agar keluarga korban mengetahui tingkat kesulitan, terutama faktor cuaca yang tidak bisa diprediksi. Sebab cuaca selalu berubah secara ekstrem detik demi detik.
Jenderal Bintang 4 itu juga menjamin bahwa jajarannya tidak akan menyerah dalam kondisi dan rintangan apapun untuk mencari jenazah korban. Apalagi sejumlah negara sahabat membantu Indonesia dalam misi SAR Air Asia ini. Jenderal TNI Moeldoko juga mengaku telah mengerahkan seluruh kekuatan TNI untuk berupaya menemukan seluruh penumpang, awak maupun pesawat Air Asia.
Sementara  itu upaya pencarian korban kecelakaan pesawat Airbus 320-200 rute Surabaya-Singapura itu terus berjalan meski diganggu cuaca buruk dan gelombang setinggi hingga empat meter. Badan SAR Nasional mengatakan semakin lama jenazah berada di air, maka proses dekomposisi semakin cepat dan bukan tidak mungkin mempersulit proses identifikasi.

Dalam konferensi pers bersama Panglima TNI di Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Mapolda Jawa Timur, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman meminta maaf kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia atas keterlambatan Tim Disaster Victim Investigation (DVI) dalam mengidentifikasi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501. Sutarman mengakui bahwa sejauh ini Tim DVI baru berhasil mengidentifikasi sebanyak 9 jenazah. Penyebabnya adalah karena kondisi jenazah banyak yang sudah tidak utuh. Hal itu membuat faktor kesulitan menjadi lebih tinggi.

Sutarman memastikan timnya akan bekerja secara maksimal dan memberikan yang terbaik bagi keluarga korban dan masyarakat. Sutarman juga mengutarakan janjinya bahwa semua korban yang ditemukan dalam kondisi apa pun bisa diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.

"Kami butuh waktu untuk identifikasi. Kalau misalnya sidik jarinya masih utuh, identifikasi dalam hitungan menit bisa dilakukan, tapi jika sudah tinggal kerangka maka identifikasi dilakukan dengan catatan gigi dan kita sudah temukan 60 catatan gigi penumpang," kata Sutarman.

Metode lain bisa dilakukan dengan deteksi DNA tulang yang membutuhkan waktu sekitar tiga minggu.
"Tetapi tidak ada alasan untuk tidak teridentifikasi. Apalagi DVI diperkuat oleh 260 dokter ahli, dibantu dokter asing untuk membantu identifikasi," tukasnya.(Pen084/pur).