sponsor

Slider

Seluruh Wartawan “PEMBURU” Dalam Menjalankan Tugas, dibekali Tanda Pengenal,(Id Card), atau Surat Tugas yang masih berlaku dan Namanya Tercantum di Kanal Redaksi, Laporkan segera pada kami segala bentuk dan tindakan melanggar hukum yang mengatasnamakan Media "pemburuonline.com" di E-mail.pemburuonline@gmail.com/achmadims@gmail.com Wartawan "PEMBURU" Dilarang Keras menerima pemberian Bingkisan atau amplop dalam bentuk apapun dari narasumber..!

Berita Metropolis

BERITA TNI / POLRI

BERITA POLHUKAM

BERITA SUMATERA

Berita Nasional

Galery Ekonomi & Bisnis

Pangdam V/ Brawijaya Beri Penghargaan Pada Anggota Kodim Gresik

SURABAYA – Atas keberanian dan keberhasilannya atas aksi penyelamatan seorang siswi kelas 4 SD Tlogo Patut 2 Gresik atas nama Syahriani Putri Agustin, di Markas Kodim 0817 Gresik, pada 17 Desember 2014 kemarin.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, memberikan piagam penghargaan kepada dua anggota Kodim 0817 Gresik atas nama Kapten Arh. Suwanto, dan Serma Andi Junaidi, serta dua anggota reserse kriminal Polres Gresik atas nama Aiptu Bambang Sulistyo, dan Bripka Godlif Franklin.

Menurut Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, mengatakan bahwa kami bangga, dan berterimakasih dengan apa yang dilakukan para prajurit ini.

Dengan keberaniannya menggagalkan penyanderaan tanpa mempedulikan keselamatan jiwanya sendiri. “Dedikasi dan kepedulian yang dilakukan ini merupakan bukti nyata prajurit dan aparat penegak hukum sejati dan peka terhadap kesulitan masyarakat,” tuturnya, Kamis (18/12).

Sekedar diketahui bahwa penghargaan tersebut diserahkan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, dalam apel khusus penyerahan penghargaan dari Pangdam V Brawijaya kepada prajurit TNI dan anggota Polri berprestasi yang digelar di lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya. (pur)

HUT Kodam V/Brawijaya Ke 66 FKPPI dan Anak Yatim Gelar Atraksi Lumba-Lumba

SURABAYA - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam V/Brawijaya ke-66, Korem 084/BJ dan FKPPI (Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri) Cabang Surabaya mengajak anak-anak yatim dari beberapa yayasan di Surabaya dan Sidoarjo untuk menonton pertunjukan/atraksi lumba-lumba dan beberapa satwa pintar lainnya di area parkir Surabaya Town Square (SUTOS). Nonton bareng atraksi lumba-lumba tersebut dikuti oleh 265 anak-anak yatim dari 12 Yayasan/Panti di Surabaya dan Sidoarjo dan 35 anggota FKPPI.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasrem 084/BJ Letkol Inf Agung Dwi Kuncoro, Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Arh Nisan Setiadi,SE menyampaikan selamat datang dan berbahagia kepada seluruh anak-anak yatim. Tidak lupa Danrem juga mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada FKPPI cabang Surabaya dan penyelenggara pertunjukan lumba-lumba atas segala atensi, perhatian, dukungan dan bantuan dalam kegiatan nonton bareng bersama anak-anak yatim. Semangat kebersamaan, kesetiakawanan, perhatian, kepedulian dan tanggungjawab sosial FKPPI bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama anak-anak yatim. FKPPI hendaknya terus belajar, bersosialisasi dan berkarya bersama komponen bangsa lainnya. Selain itu, sebagai sesama warga bangsa, FKPPI juga harus mampu bersinergi, bekerjasama, saling bahu-membahu dan bergotong-royong dengan komponen bangsa lainnya dalam setiap kegiatan agar lebih berhasil dan berdayaguna.

Akhirnya Danrem berharap niat tulus, ikhlas dan tanggungjawab sosial yang tinggi FKPPI dalam acara bhakti sosial yang dikemas dalam bentuk nonton bareng bersama anak yatim seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dijadikan event tradisi tahunan FKPPI Cabang Surabaya.

Sementara itu dalam wawancara singkatnya Tri Widodo koordinator FKPPI cabang Surabaya mengatakan bahwa nonton bersama dengan anak-anak yatim atraksi lumba-lumba bertujuan untuk memberikan hiburan secara gratis sekaligus kebersamaan dengan anak-anak yatim, karena selama ini anak-anak yatim tidak mampu membeli tiket masuk yang dalam hari-hari biasa tiket pertunjukan tersebut cukup mahal Rp 35 ribu rupiah. FKPPI berharap anak-anak yatim bisa menikmati kebahagiaan dan kegembiraan seperti yang dirasakan oleh anak-anak lainnya. Selain itu dengan momentum ini anak-anak yatim dapat belajar dan menambah wawasan tentang pengetahuan binatang mamalia yang cerdas tersebut.

Walaupun kondisi lingkungan diluar tenda acara hujan lebat, namun anak anak yatim tetap bersemangat dan bergembira menyaksikan pertunjukan tersebut. Sebagian anak-anak yatim ada yang sempat menetas air mata sebagai wujud rasa haru bercampur bahagia. Sambil meneteskan airmata Miftakul menuturkan ” saya sangat senang dan bahagia bisa menyaksikan acara ini, karena selama ini saya belum pernah melihat atraksi lumba-lumba ”.

Atraksi kepintaran, kelincahan, keluguan dan kelucuan beberapa binatang/satwa  yang dilindungi seperti : Lumba-lumba, burung Kakak Tua, Berang-berang dan Beruang  ternyata berhasil memukau dan menarik perhatian anak-anak yatim, tak urung membuat anak-anak yatim secara spontan bertepuk sorak bersama-sama, sehingga mampu menghidupkan dan memeriahkan suasana pertunjukan.

Turut hadir dalam acara nonton bareng atraksi lumba-lumba tersebut diantaranya Kasrem, Forpimka, pengurus beserta anggota FKPPI cabang Surabaya, selama pertunjukan berjalan aman, tertib dan lancar.(Pen084/pur).

Khofifah dan Alex Noerdin Datang Ke Kabupaten Lahat

LAHAT - Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawangsa dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mengunjungi Kabupaten Lahat, Selasa (16/12/2014).

Mereka hadir dalam rangka peringatan hari kesetiakawanan sosial (HKN) yang dipusatkan di Taman Cendrawasih Desa Ulak Lebar Kecamatan Kota Lahat.

Khofifah dan Alex datang ke Bumi Seganti Setungguan melalui jalur udara menggunakan helikopter.
Pendaratan dilakukan di lapangan Seganti Setungguan di depan Kodim 0405 Lahat, lalu naik mobil menuju lokasi acara sekitar 3 KM.

Di lokasi acara keduanya disambut Bupati Lahat Saifudin Aswari dan sejumlah anggota karang taruna dan tagana. Termasuk juga ribuan masyarakat Kota Lahat yang sudah lebih dulu menanti kedatangan mereka.
Saat duduk di panggung kehormatan acara HKN di kabupaten, ada sejumlah penganan yang disajikan panitia di atas meja Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa, Selasa (16/12/2014).

Ada penganan lokal seperti kacang tanah, namun ada juga buah impor seperti anggur dan jeruk di sebuah wadah khusus.

Namun Khofifah hingga akhir acara tidak menyentuh buah yang disajikan di hadapannya.
Ia sibuk berbincang dengan Bupati Lahat Saifudin Aswari dan Gubernur Sumsel Alex Noedin yang ada di sebelahnya.

Selain itu selesai acara, Khofifah dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin langsung menuju Hotel Grand Zuri Lahat.

Mereka akan siang di hotel berbintang tersebut, diikuti sejumlah staf kementerian sosial lainnya.
Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawangsa membagikan sejumlah bantuan, pada peringatan hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKN), Selasa (16/12/2014).

Tak ketinggalan Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga turun memberikan bantuan kepada sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Lahat.

Bantuan yang diberikan Kementerian Sosial RI yakni kursi roda bagi penyandang cacat termasuk juga kaki palsu.

Selain itu peralatan dan perlengkapan sekolah bagi siswa tidak mampu, paket sembako, hingga kaca mata baca bagi para lansia.(akril/pur)

Polrestabes Surabaya Ringkus Empat Pengedar Sabu

SURABAYA - Satreskoba Polrestabes Surabaya terus mempersempit gerak pengedar narkoba jenis sabu di Surabaya. Kali ini tiga jaringan pengedar sabu dibongkar Unit Idik III Satreskoba Polrestabes Surabaya.

Empat tersangka diringkus karena kedapatan memiliki sabu dengan total 50 gram. Empat tersangka tersebut yakni Norman Sugianto (40), Warga Dukuh Kupang Surabaya; Wakhid Hasan (35), asal Jl Ambengan Batu Surabaya; Ridho (34), warga Jl Kalibokor Surabaya; dan Zahron (37), warga Tambak Agung Bangkalan.

Dari empat tersangka, polisi menyita 50 gram sabu. Sabu sebanyak itu biasanya dijual kepada pemakai dengan dibagi-bagi per poket. Jika diuangkan, sabu seberat itu seharga Rp 60 juta.

"Kami juga mengamankan beberapa alat bukti lainnya, seperti alat-alat untuk mengisap sabu dan timbangan elektronik," sebut AKBP Agus Yulianto, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Rabu (10/12/2014).

Empat tersangka ini adalah tiga jaringan peredaran sabu di Surabaya. Salah satu jaringan ini, diotaki Eddi (33). Warga Surabaya ini mantan narapidana belum lama bebas dari Lapas Porong Sidoarjo.

Dalam menjalankan bisnisnya, Eddi mengajak Norman Sugiyanto yang sama-sama pernah tinggal di lapas Porong Sidoarjo. Kerjasama jualan sabu terus berlanjut hingga keduanya keluar dari Lapas.

"Kami terus memburu dan melakukan tindakan terhadap pengguna dan pemakai narkoba. Pengguna narkoba di Surabaya masih tinggi," jelas Agus.

Norman Sugiyanto mengaku hanya kurir. Sedangkan sabu merupakan milik Eddi yang sudah lama menekuni jualan sabu kepada pengguna di Surabaya.

"Saya mendapatkan upah sebesar Rp 500 untuk mengambil dan mengantarkan sabu ke calon pembeli. Lumayan untuk menambah biaya hidup," ucap Norman yang sehari-hari sebagai jasa servis AC.(pur)

Jalan Longsor Pemkot Diminta Koordinasi dengan Pemprov

SURABAYA - Terjadinya longsor susulan sebagai dampak pembangunan box culvert di sungai Banyu Urip Surabaya disikapi DPRD Surabaya. Pasalnya, korban terjadinya longsor tersebut adalah warga Surabaya sehingga harus diperhatikan Pemkot Surabaya.

Ketua DPRD Surabaya, Armuji mengatakan, Pemkot Surabaya dalam hal itu Dinas PU Bina Marga dan Pematusan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. Dengan demikian warga yang terkena longsor dampat box culvert bisa segera mendapat bantuan.

Memang, diakui Armuji, proyek box culvert di sungai Banyu Urip  bukan proyek dari pemerintah kota Surabaya, tapi dampak dari pekerjaan box culvert tersebut warga Kota Surabaya yang kena imbasnya.
"Seperti ambles dan robohnya rumah warga, hal itu tidak bisa dibiarkan terus menerus terjadi. Apalagi sampai menimbulkan korban jiwa," kata Armuji, Rabu (10/12/2014).

Khusus mengenai ganti rugi pada warga yang terkena proyek box culvert, ungkap Armuji, ternyata masih banyak yang belum selesai. Bahkan, sampai dimana progres ganti rugi yang telah diselesaikan Pemprov Jatim hingga sekarang belum ada laporan ke DPRD Surabaya.

Namun dari informasi yang didapat kalau proses ganti rugi aset tanah warga saat ini sedang diupayakan secepatnya selesai oleh Pemkot Surabaya.

"Untuk itu kami sambut baik jika sampai akhir tahun ini sudah beres semuanya," ucap Armuji.
Meski demikian, tambah Armuji, pihaknya akan menyampaikan persoalan longsor dampak proyek box culvert dan ganti rugi aset milik warga ke Pimpinan DPRD Propinsi Jawa Timur. Ini dikarenakan sungai Banyu Urip statusnya dibawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Mudah-mudahan segera mendapat respon dan penyelesaian dari propinsi," tandas Armuji.

99 Tersangka Korupsi Ditahan Kejaksaan Agung

JAKARTA - Kejaksaan Agung  telah menahan 99 tersangka yang terlibat tindak pidana korupsi. Penahanan tersebut dilakukan dari berbagai Kejaksaan Tinggi secara serentak jelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Selasa, 9 Desember 2014. 

"Ditambah lagi satu dari Kejagung yang berkaitan dengan kasus korupsi bus Transjakarta sehingga semua 99 orang," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014).

Dijelaskan Tony, sebanyak 12 orang tersangka baru diantaranya sembilan orang berasal dari Kejati Bali, dua dari Kejati Sulawesi Tengah, dan satu dari Kejagung.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Suyadi mengatakan, penahanan ini dimaksudkan agar kepastian hukum para tersangka tercapai.

"Kalau kita bicara simbolik percepatan pemberantasan korupsi ada penahanan serentak dalam sehari. Dengan dilakukan penahanan paksa jadi kepastian hukum dapat tercapai," tambah Suyadi.

Dia memaparkan, dari 87 orang tersangka, 85 orang telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) dan dua orang lainnya dikenakan status tahanan kota.

"Empat tersangka ditahan oleh Kejagung dalam perkara penggadaan peralatan Fakultas Farmasi dan peralatan USU tahun anggaran 2010, termasuk satu tersangka kasus penggadaan dan peremajaan Bus TransJakarta 2012," pungkasnya. (fmi/sus/pur)

Minta Gaji Ketinggian, Buruh Bisa Diganti Mesin

JAKARTA – Ribuan buruh yang tergabung di beberapa kelompok melakukan mogok nasional dengan aksi demonstrasi mengenai penolakan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2015. Para buruh ini sudah memadati beberapa titik di pusat Ibu Kota seperti Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Monumen Nasional (Monas).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai bahwa dalam suatu ekonomi untuk menentukan UMP atau gaji bergantung dari kemampuan industri itu sendiri.

"Kalau industrinya motor, mobil, Rp3,5 juta per bulan itu murah, tapi industri katakanlah UKM, garmen, itu tinggi," tegas JK, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

"Nah, akhirnya mengurangi tenaga kerja. Kita inginnya buruh itu punya upah yang tinggi. Tapi para pengusaha punya alternatif, kalau ketinggian nanti mereka melakukan mekanisasi (mengganti dengan mesin), akhirnya lapangan kerja menurun," paparnya.

Untuk itu, kenaikan upah ini harus dilakukan secara bertahap, jika dilakukan dengan sekaligus akan membuat pengusaha berhenti operasi dan produksinya. "Khususnya UKM khususnya yang labor intensif. Kalau industri yang sekitar Jakarta yang baik-baik enggak ada urusan itu. Pegawainya bisa diatas itu," tukasnya.

Seperti diketahui, para buruh ini meminta kenaikan UMP mencapai Rp3,5 juta per bulan. Pasalnya sudah ada beberapa provinsi yang menetapkan UMP semisal DKI Jakarta yang mencapai Rp2,7 juta per bulan.
(mrt/pur)

Ribuan Buruh, Menghadang Eksekusi Lahan PT Cinderella

SURABAYA - Rencana eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terhadap PT Cinderella Villa Indonesia (CVI) gagal, pihak eksekutor dihadang oleh massa dariburuh dan Anggota FKPPI Jatim.

Oleh massa, pintu masuk PT CVI dipasang kontainer sedangkan massa bersiaga dengan membawa pentungan disepanjang jalan Tanjungsari.

Berbagai sepanduk penolakan eksekusi bertebaran di sekitar PT CVI, dengan tegas para buruh menyerukan penolakan eksekusi yang dilakukan PN Surabaya. "Kami buruh Tanjungsari menolak eksekusi," seru para buruh.

Sebelumnya, Wahyudi Hidayat, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Ham Pengurus Daerah 13 Generasi Muda FKPPI Jawa Timur mengatakan akan menduduki PN Surabaya apabila PN Surabaya tetap melaksanakan eksekusi. " Kalau dipaksakan, kami akan serbu PN Surabaya meski kami harus kontak fisik,"pungkasnya.

Seperti diketahui, sengketa lahan dijalan Tanjung Sari No 20 Surabaya ini bermula dari sengketa perebutan kepemilikan lahan seluas 25.590 meter persegi antara PT Pandawa melawan PT CVI. (uci/pur)

Tahun 2015, Belanja Modal Pertamina Rp 60 Triliun

JAKARTA -PT Pertamina (Persero) berencana menyiapkan belanja modal sebanyak USD 5 miliar (setara Rp 60 triliun dengan kurs USD 1: Rp 12.000) pada tahun 2015 mendatang.

Direktur Bidang Usaha Portofolio Investasi Manajemen Risiko dan Keuangan Pertamina, Arief Budiman, mengatakan dana tersebut sebagai langkah korporasi perseroan meliputi ekplorasi ladang minyak. "Sudah tua sumur yang ada, makanya perlu revitalisasi," ujar Arief Budiman di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/12/2014).

Arief menjelaskan, biaya yang dikeluarkan untuk revitalisasi terhitung besar. Ia memprediksi dana yang harus dikucurkan mencapai USD 25 miliar. "Nantinya, kebutuhan itu akan dicukupi melalui belanja modal dan pinjaman kemitraan. Kepastiannya terlihat pada Rancangan Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ada pada 22 Desember 2014," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan untuk kedaulatan energi pihaknya akan memperbanyak pengelolaan ladang-ladang minyak di dalam dan luar negeri dan berupaya mengambil alih kontrak ladang minyak yang akan habis.

"Pertamina akan fight agar kita bisa memperoleh kontrak kerja yang telah habis tersebut untuk bisa kita kelola," tutur dia.(air/pur)

Pakde Karwo : Siap Jadi Saksi Kasus RKH Fuad Amin

SURABAYA - Gubernur Jatim Pakde Karwo menegaskan jika kasus dugaan korupsi Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan RKH Fuad Amin tidak ada kaitannya dengan pemprov Jatim.

Meski begitu, Pakde Karwo mengaku siap untuk dipanggil sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus mantan bupati Bangkalan dua periode itu, jika memang diperlukan. "Sebagai warga negara yang diatur dalam undang-undang, jadi kalau dipanggil ya wajib datang untuk kepentingan hukum," tegasnya kepada wartawan usai upacara peringatan Hari Anti Korupsi di gedung negara Grahadi Surabaya, Rabu (10/12/2014).

Menurut dia, yang dilakukan Fuad Amien itu kaitannya terhadap BUMD Bangkalan, tidak ada kaitannya dengan kegiatan dengan provinsi.

Dirinya mengaku mendapatkan informasi kali pertaman tertangkapnya Fuad Amin ketika sedang berada di Amerika untuk sebuah kunjungan kedinasan. Saat itu, Pakde Karwo mengaku mendapatkan banyak pesan pendek (SMS) dan mendapatkan informasi dari media sosial.‬

‪"Saya langsung ngecek dan itu murni masalah di Bangkalan, tidak ada kaitannya dengan Jatim. Meski begitu, terkait kasus ini, KPK juga telah memeriksa Kepala Dinas ESDM Jawa Timur," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (2/12/2014) dinihari, KPK menangkap Fuad Amin di rumahnya atas dugaan menerima suap terkait jual beli gas alam untuk pembangkit listrik di Gresik dan Gili Timur, Bangkalan, Jawa Timur. Sebelum menangkap Fuad, KPK menangkap perantara Fuad bernama Rauf, dan Direktur PT Media Karya Sentosa, Antonio Bambang Djatmiko dan perantaranya yang merupakan anggota TNI AL, yakni Kopral Satu Darmono.

Atas tindak pidana suap menyuap tersebut, KPK resmi menetapkan Fuad dan Rauf sebagai tersangka yang menerima uang suap dengan jeratan Pasal 12 huruf a huruf b, Pasal 5 ayat 2 Pasal 11 Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Status tersangka juga ditetapkan kepada dua orang lainya yaitu Direktur PT. Media Karya Sentosa (MKS), ABD atau Antonio Bambang Djatmiko sebagai pemberi suap dengan sangkaan Pasal 5 ayat 1 huruf a serta Pasal 5 ayat 1 huruf b Juncto Pasal 13 Juncto Pasal 55. Sedangkan Kopral Satu Darmono, KPK menyerahkannya ke pihak Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL).

Selanjutnya, Fuad Amin Imron dan Rauf dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) POMDAM Jaya Guntur Jakarta Selatan. Sementara Antonio ditahan di Rutan KPK. Untuk Kopral Satu Darmono diserahkan kepada Puspomal. (tok/ted/pur)