pemburuonline.com menyajikan berita dan informasi seputar dunia kriminal dan kegiatan kepolisian, kegiatan TNI, serta peristiwa umum. || Jika Anda menemui penyimpangan tindakan anggota Polri atau PNS Polri, catat nama, pangkat dan kesatuan anggota tersebut. Laporkan ke Div Propam Polri melalui No Telp (021-7218615) atau pengaduan di Website Div Propam Polri (www.propam.polri.go.id) atau twitter Div Propam Polri (@propampolri) atau Facebook Div Propam Polri(propam.polri).

Slider

Berita Metropolis

BERITA SIDOARJO

BERITA POLHUKAM

BERITA TNI/POLRI

Berita MADURA

Galery Ekonomi & Bisnis

Babinsa Jajaran Korem menerima Jam Pemberian Panglima TNI

SURABAYA - Menjelang masa purnatugas, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan 55.000 jam tangan kepada prajurit TNI. Salah satunya yaitu di Jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya. Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf M. Nur Rahmad secara simbolis  menyerahkan  jam tangan pemberian Panglima TNI yang diperuntukan kepada anggota Babinsa jajaran Korem. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Perwira Staf, para Danramil dan seluruh anggota, Rabu (01/07).

Pada kesempatan tersebut Danrem menyampaikan pesan Jenderal TNI Moeldoko kepada semua prajurit khususnya di satuan teritorial untuk selalu disiplin soal waktu sebagai kunci keberhasilan. Kepada prajuritnya Panglima TNI mengatakan bahwa "Prajurit itu harus tahu waktu, harus disiplin, waktu tidak bisa terulang, waktu yang mengantarkan orang sukses”.

Di kesempatan yang sama Danrem juga menambahkan bahwa penyerahan jam tangan tersebut merupakan wujud perhatian  dari pimpinan kepada bawahan yang harus diberikan imbal balik dengan cara menggunakan jam tangan tersebut untuk mendukung  melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dengan pemberian itu, Panglima ingin agar prajurit terus menjaga kedisiplinan. Khususnya untuk para prajurit TNI yang berdinas di lapangan seperti Babinsa yang dituntut mampu membagi waktu dalam pelaksanaan tugas karena waktu sangat penting sehingga dengan diberikannya jam tersebut anggota untuk membagi waktu dinas dan keluarga.

Selain itu Panglima TNI berpesan kepada seluruh anggota  harus memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pimpinan dan dapat berkomunikasi dengan instansi terkait agar pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing.

Sementara itu, Danrem 084/BJ juga menyampaikan, bahwa pemberian jam tangan dari Panglima ini juga dimaksudkan untuk memberikan perhatian dan mengapresiasi tugas para Babinsa yang merupakan ujung tombak dari pelaksanaan Binter, yang merupakan fungsi utama TNI AD., sehingga diharapkan para Babinsa lebih semangat dan optimal lagi dalam pelaksanaan tugasnya guna merebut hati dan pikiran rakyat.(perem/084/pur)

Wabup Sampang Larang Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran

SAMPANG -Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono menghimbau kepada para pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang agar tidak menggunakan mobil dinas (Mobdin) untuk kepentingan mudik Lebaran.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang itu mengatakan, apabila nantinya ditemukan ada pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

" Sanksi sudah jelas jika ada pejabat yang menggunakan mobil dinasnya," kata Fadilah, Rabu (1/7/2015).

Di samping itu, tambah Fadhilah, pihaknya juga masih menunggu perintah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pusat mengenai mobil dinas yang digunakan mudik. Apalagi itu merupakan aset negara yang diperuntukkan untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat. (pur)

Petani Tembakau Butuh Ramalan Cuaca BMKG

JEMBER - Cuaca sangat menentukan dalam keberhasilan budidaya tembakau di Kabupaten Jember. Informasi soal cuaca sangat penting.

"Musim tanam tembakau Na-Oogst tradisional bulan Agustus. Tergantung cuaca. Mutu ditentukan cuaca. Di sini kami membutuhkan ramalan cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)," kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Kabupaten Jember, Suwarno.

Suwarno berharap ke depan kondisi pertembakauan lebih baik lagi. Tahun 2014, petani tembakau NO merugi Rp 85 miliar, karena harga anjlok. Kerugian perhektare minimal Rp 10 juta.

"Kami meminta ke DPRD dan Pemkab Jember agar ada ancer-ancer (perkiraan harga)," katanya. Tembakau NO adalah tembakau untuk bahan baku cerutu.

Salah satu yang jadi problem tahun 2014 adalah adanya perusahaan yang menanam tembakau sendiri, sehingga pembelian dari petani turun. "Kami ingin melestarikan tembakau Jember dan sesuai peraturan daerah," kata Suwarno. (Wir)

Kodim 0826 Pamekasan Temukan Bantuan Alsintan Salah Sasaran

PAMEKASAN - Kodim 0826 Pamekasan, menemukan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang tidak diberikan kepada kelompok tani (poktan) di wilayah setempat. Justru bantuan tersebut diberikan kepada salah satu LSM.

"Pegiat LSM yang menerima bantuan alsintan ini bernama Abd Rahem, dan kami ketahui setelah kami memerintahkan intelejen untuk melakukan pengecekan secara langsung ke lapangan," kata Letkol Arm Mawardi, Kodim Pamekasan, Selasa (30/6/2015).

Diungkapkan, untuk memenuhi persyaratan formal sebagai penerima bantuan. LSM yang membentuk poktan dadakan yang diberi nama Subur Makmur, Desa Panglegur, merupakan salah satu poktan yang menerima alsintan di kecamatan Tlanakan.

Selain itu, juga terdapat poktan yang menerima bantuan traktor merk Yanmar di Desa Bukek, Ceguk dan Desa Taroan, Tlanakan. "Kalau kelompok tani lain (selain Subur Makmur), rata-rata aktif dan mesin alat pertanian bantuan pemerintah itu digunakan sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, teknis pemakaian traktor bagi anggota poktan dilakukan secara bergantian. Tetapi tetap membayar sewa dengan tujuan mengisi kas poktan dan memperbaiki bila ada kerusakan. "Bantuan traktor yang tidak diperbaiki, karena penerimanya memang bukan petani. Melainkan aktivis LSM," jelasnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya meminta Tim Babinsa untuk mendalami kasus itu dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. "Karena sejatinya, bantuan alat pertanian yang diberikan pemkab itu, untuk membantu petani, bukan pegiat LSM," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga merasa bertanggungjawab dan memandang perlu melakukan pengawasan atas bantuan tersebut. Karena pihaknya juga ditunjuk sebagai pendamping untuk mensukseskan program pemerintah. "Maka segala sesuatu yang bisa mengganggu program pemerintah, dalam hal ini swasembada pangan. Harus kita perhatikan, termasuk penyimpangan bantuan alsintan," pungkasnya.

Untuk diketahui, bantuan alsintan yang keketahui diterima LSM Subur Makmur, diserahkan Pemkab Pamekasan, di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Desa Sumedangan, Pademawu, Rabu (17/6/2015) lalu.

Sebanyak 14 traktor tangan dan 100 mesin pemotong padi, dihibahkan kepada para poktan penerima bantuan dengan tujuan untuk membantu petani petani meningkatkan produksi hasil petanian.(pur)


Menjelang Lebaran Pemudik Jatim Diprediksi Capai 7,5 Juta Jiwa

SURABAYA -Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum pada lebaran tahun ini mencapai 7,530 juta jiwa.

Artinya, tahun ini akan ada peningkatan sebesar 5,3 persen dibandingkan jumlah pemudik tahun lalu. Jika tahun lalu jumlah pemudik di Jatim sebanyak 7,156 juta jiwa.

"Rata-rata kenaikan di antara moda sekitar lima persen sedangkan untuk kenaikan paling tinggi di angkutan penyeberangan sebanyak 7,7 persen," ujar Kadishub LLAJ Jatim Wahid Wahyudi di Surabaya, Rabu (1/7/2015).

Berdasarkan data Dishub LLAJ Jatim, angkutan jalan yang melalui 14 terminal utama di Jatim masih akan mendominasi dengan total pemudik akan mencapai 4,378 juta pemudik. Angka ini meningkat lima persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 4,170 juta orang.

Sedangkan untuk angkutan kereta api jumlah pemudik diperkirakan akan mencapai 754 ribu pemudik atau meningkat lima persen diabandingkan tahun lalu yang hanya 718 ribu pemudik.

Sementara angkutan penyeberangan antarpulau yang dilayani PT ASDP diperkirakan akan meningkat sekitar 7,7 persen atau mencapai 1,325 juta pemudik, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1,230 juta pemudik.

Untuk penyeberangan ini, rute yang dilayani adalah Ketapang-Gilimanuk, kemudian Ujung-Kamal dan Paciran-Bawean.

"Untuk angkutan laut tahun ini juga akan terjadi kenaikan sekitar lima persen atau mencapai 194 ribu pemudik dibandingkan tahun lalu yang hanya 184 ribu pemudik," ungkapnya.

Sedangkan angkutan udara diperkirakan akan naik sekitar tiga persen atau dengan total pemudik diperkirakan akan mencapai sebanyak 877 ribu orang dibandingkan tahun lalu yang hanya 851 ribu pemudik.

Sementara itu untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pemudik, pihaknya juga telah menambah jumlah armada baik itu untuk angkutan darat, laut dan udara.

Untuk angkutan darat, sebanyak 5.600 bus dan 500 bus cadangan juga telah disiapkan. Sedangkan untuk kareta api juga telah disiapkan enam rangkaian kereta api tambahan. Sementara untuk angkutan udara juga telah disiapkan sebanyak 425 penerbangan ekstra.(pur)

PT Pelindo III Siapkan Posko Lebaran H-15 hingga H+15 di Pelabuhan

SURABAYA -Dua minggu jelang Lebaran, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III telah menyiapkan posko Lebaran pada 13 terminal penumpang yang tersebar di 7 provinsi wilayah kerjanya.

Kesiapan itu disampaikan Pelindo III selaku operator terminal penumpang di pelabuhan. Kepala Humas Pelindo III, Edi Priyanto mengatakan, posko-posko mudik Lebaran untuk terminal penumpang kapal laut tersebut pada minggu ini sudah dipersiapkan.

"Posko mudik di masing-masing terminal penumpang tahun 2015 ini mulai melayani pemudik pada H-15, atau hari Jum’at tanggal 2 Juli 2015 hingga H+15 atau hari Kamis tanggal 2 Agustus 2015," ujar Edi.

Edi mencontohkan, ada tiga persiapan terminal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, dalam menangani mudik melalui kapal laut pada tahun ini.

Persiapan itu, jelasnya yaitu tambatan kapal, terminal penumpang, sarana prasana pendukung, dan personel. Untuk tambatan kapal telah disiapkan sepanjang 500 meter di Terminal Jamrud Utara. Tambatan sepanjang 500 meter itu, terang dia, bisa menambatkan tiga hingga empat kapal penumpang secara bersamaan. Sehingga lebih efektif.

Di dermaga lain, Pelindo III juga telah menyiapkan tambatan lain sepanjang 120 meter di Terminal Jamrud Selatan dan 120 meter di Dermaga Kade Perak/Kapal Roro.

Menurut Edi, ini khusus untuk kapal pengangkut kendaraan roll on-roll off (ro-ro). "Jadi apabila dalam waktu bersamaan ada kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak, maka bisa menambatkan 5 hingga 6 kapal penumpang sekaligus termasuk ro-ro," ungkapnya.

Kemudian untuk terminal penumpang, diungkapkan bahwa di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya tersedia 3 terminal penumpang, yaitu Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara di Terminal Jamrud Utara. Terminal modern tersebut berkapasitas 4.000 penumpang dan dilengkapi dengan security check point, check in counter, eskalator, lift, waiting room, hingga fasilitas garbarata (jembatan penghubung antara terminal dengan kapal).

Selanjutnya terminal penumpang sementara/eks-gudang 100 yang telah dimodifikasi menjadi terminal penumpang dengan luas 3.844 meter persegi dan dilengkapi pula dengan fasilitas peralatan electronic detector. Kemudian Terminal Penumpang Kapal ro-ro di Kade Perak, dengan luas 2.573 meter persegi.

Kemudian persiapan lain adalah sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya yaitu tenda untuk menampung luberan penumpang yang dimungkinkan akan membanjiri pelabuhan.

"Biasanya penumpang dari daerah memilih datang lebih awal di pelabuhan, karenanya kita antisipasi siapkan tenda agar lebih nyaman," ungkapnya.

Sarana dan prasarana lain, jelas Edi, ialah posko terpadu mudik di terminal penumpang. Posko terpadu yang dikoordinir oleh otoritas pelabuhan, dengan gabungan personel yang terdiri dari Syahbandar, operator kapal, TNI, dan Kepolisian.

Setidaknya sudah disiapkan 38 kapal penumpang yang terdiri dari 15 kapal dari PT Pelni dan 23 kapal sisanya dari operator kapal swasta.

Sedangkan estimasi penumpang pada tahun ini, pada arus mudik dan balik 2015 diperkirakan akan terjadi kenaikan 5 persen dari jumlah penumpang pada tahun lalu atau setidaknya akan mencapai lebih dari 150 ribu orang penumpang.

"Dengan kota asal dan tujuan penumpang terbanyak di Pulau Kalimantan seperti Sampit, Banjarmasin, dan Balikpapan serta dari Kota Makassar di Pulau Sulawesi," jelasnya.(pur)

Jalan Bergelombang dan Penuh Benjolan Menyebar di Tengah Surabaya

SURABAYA - Jalan bergelombang, tak rata, dan penuh benjolan ditemukan di sejumlah ruas jalan di tengah Kota Surabaya.

Tidak saja mengganggu dan membuat tak nyaman pengguna jalan. Jika salah memilih lajur, pengendara bisa celaka.

Terutama pengendara motor akan terporosok. Saat ini, skala kerusakan jalan di tengah kota tersebut sudah lumayan parah. Bahkan banyak mobil yang mentok karena bagian bawah mobil sampai menyentuh benjolan jalan.

“Kalau tak hati-hati memilih lajur di Jalan Jemursai, mobil bisa mentok aspal. Lha jalan makin tak rata di jalur ini,” ucap Sulistiyono, salah satu karyawan yang biasa melewati jalur itu dengan mobil, Selasa (30/6/2015).

Sepanjang Jalan Jemursari saat ini kondisinya memang tak rata. Memang tak tampak lubang di jalur ini. Namun jalan raya ini posisinya makin tak rata dan cendrung aspalnya ambles ke bawah.

Gelombang jalan tak rata makin membuat tak nyaman pengendara.

Pengguna jalan yang biasa mengendarai mobil jenis sedan harus hati-hati melewati jalur di sepanjang Jalan Jemursari.(pur)

8 Truk Siap Antarkan Motor Pemudik ke 6 Kota di Jatim, Gratis!

SURABAYA - Sebanyak delapan truk ukuran besar disiapkan untuk mengangkut ratsuan motor pemudik.
Saat ini pendaftaran mudik angkut motor gratis masih berlangsung di Kantor Dishub dan LLAJ Jatim di Jl A Yani Surabaya.

Panitia masih menunggu hingga kapasitas angkut motor pemudik gratis terpenuhi.
Dishub saat ini memberi kesempatan kepada pemudik untuk bisa mendapat pelayanan angkut motor mudik gratis agar bisa dipakai ngelencer di kampung halaman.

Sejak pendaftaran dibuka Sabtu (27/6/2015), animo masyarakat Jatim lumayan tinggi. Dari 400 yang disediakan, saat ini sudah banyak yang mendaftar.

"Masih kami cek tinggal sisa berapa," kata Triana, staf Dishub Jatim, Rabu (1/7/2015).
Mudik angkut motor gratis itu akan diberangkatkan 13 Juli 2015. Jadwal pemberangkatan ini mendahului pemudik yang berangkat pada 14 dan 15 Juli 2015.

Mudik angkut motor gratis sendiri hanya melayani enam kota tujuan. Yakni Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Blitar, Madiun, dan Tulungagung. Motor ini diturunkan di kantor Dishub dan Terminal.(pur)

Pangdam V/Brawijaya Lantik Danrem 083/BDJ

SURABAYA - Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, S.Sos melantik pejabat baru jajaran Kodam V/Brawijaya di Aula Makodam V/Brawijaya

Pejabat yang melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) kali ini yaitu Danrem 083/BDJ Kolonel Arm Totok Imam S, S.I.P., S. Sos. kepada Kolonel Inf Fajar Setyawan, S.I.P.

Pangdam juga melantik Kepala Perbekalan dan Angkutan Kodam (Kabekangdam) V/Brawijaya dari Kolonel Cba Akhmad Kholil, S. Sos. kepada Kolonel Cba Wardaya dan Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) V/Brawijaya dari Kolonel Ckm dr. Bambang Ari Wibowo kepada Kolonel Ckm dr. Nirawan Putranto, Sp.M.

"Kepercayaan ini hendaknya diterima dengan rasa syukur dan penuh tanggung jawab sehingga dapat melaksanakan peran, tugas dan fungsi masing-masing secara baik," ujar Pangdam Eko Wiratmoko.

Pangdam juga berpesan kepada seluruh perwira yang hadir bahwa tantangan dan tuntutan tugas yang dihadapi semakin tidak ringan sehingga kita harus terus mengikuti setiap perkembangan berikut kecenderungan yang mungkin terjadi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Terkait dengan Pilkada serentak Tahun 2015 Pangdam berharap agar seluruh prajurit dan PNS Kodam V/Brawijaya bersikap Netral dan tidak melibatkan diri kedalam politik praktis.

Selain itu, TNI AD telah diberikan kepercayaan oleh Presiden RI untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Pangan selama 3 tahun.

"Sejalan dengan hal itu, kita perlu mengintensifkan kegiatan Serbuan Teritorial untuk mengakselerasi keberhasilan Binter dalam rangka membantu percepatan Swasembada Pangan dan ikut berperan mengatasi kesulitan warga masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur," kata perwira tinggi bintang dua itu.(pur)

Validasi BPLS, Satu Berkas Korban Lumpur Lapindo Butuh 4 Menit

SIDOARJO - Proses validasi berkas warga korban lumpur Lapindo kembali digelar di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (1/7/2015).

Ada 300 berkas yang diproses. Staf BPLS membutuhkan waktu 4 menit untuk memvalidasi satu berkas milik warga.

Proses ini lebih cepat ketimbang validasi tahap pertama pada 26 Juni lalu.
Pantauan SURYA.co.id, saat itu staf BPLS membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk menuntaskan validasi satu berkas.

Proses hari ini diawali dengan regestrasi setelah warga dipanggil petugas meja.
Setelah mengisi registrasi, warga bergeser ke meja sebelah untuk validasi. Ada tiga meja masing-masing diisi dua petugas untuk membantu proses validasi.

"Saya tadi cuma butuh empat menit untuk validasi. Itu karena berkas saya lengkap dan tidak ada masalah. Jadi lancar-lancar saja saat tadi didata petugas," ujar Hasim, yang dulunya tinggal di Glagaharum, Porong.(pur)